cara membaca hasil tes urine

Cara Membaca Hasil Tes Urin

Tes urin terdiri dari pemeriksaan umum urin dan pemeriksaan sedimen (endapan) urine. Pemeriksaan umum urin terdiri dari warna,berat jenis,pH, protein dan beberapa zat hasil metabolisme tubuh. Pada kesempatan ini kami akan coba jelaskan Cara membaca hasil tes urin

CARA MEMBACA HASIL TES URIN

Pemeriksaan

Pemeriksaan sedimen urin memperlihatkan adanya eritrosit atau sel darah merah, leukosit atau sel darah putih,adanya kristal,epitel,bakteri maupun jamur.

Kita mulai saja dengan pemeriksaan umum

Urin, disini pemeriksa akan melihat warna urin apakah merah yang menandakan adanya darah, berwarna seperti teh seperti pada kasus kelainan hati atau kehijauan akibat mengkonsumsi obat-obatan tertentu. 
 
Cara Membaca Hasil Tes Urine

Setelah melihat warna urin, pemeriksa akan memeriksa berat jenis urin, harga normal berat jenis urin ini adalah 1,005-1,030. Berat jenis yang menurun terjadi pada kasus-kasus yang membuat urin lebih encer, seperti overload cairan, hipotermi (penurunan suhu tubuh) dan penyakit diabetes insipidus.

 

Sedangkan berat jenis yang meningkat dapat terjadi pada kondisi yang membuat urin lebih pekat, seperti dehidrasi, demam, luka bakar dan gangguan ginjal.pH urin juga diperiksa,normalnya pH urin berkisar antara 5-8. Urin yang asam dapat terjadi pada kasus acidosis, diabetes yang tidak terkontrol, diare, kelaparan, dehidrasi, penyakit pernafasan seperti kasus sesak nafas.  
 
Sedangkan pada kondisi infeksi saluran kencing karena kuman proteus, obstruksi pyloric, keracunan salisilat (aspirin), gagal ginjal kronik dan penyakit ginjal lainnya, membuat urin lebih basa dari pH normal urin yang berkisar antara 5-8. 
 
Setelah memeriksa hal diatas, pemeriksaan selanjutnya adalah melihat adanya bahan-bahan hasil metabolisme tubuh. 
 
Protein adalah bahan yang dibutuhkan tubuh,sehingga tidak boleh dibuang dalam urin. Apabila terdapat protein dalam urin maka patut dicurigai ada masalah dengan organ yang bertugas menyeleksi keluarnya protein ini yaitu ginjal. 
 
Meskipun begitu kondisi panas tinggi dan dehidrasi berat juga dapat memberikan protein urin yang positif. Selanjutnya pemeriksaan urin ini akan mendeteksi adanya nitrite dalam urin. Berbeda dengan protein, nitrite ini lebih mengarah pada adanya infeksi karena kuman akan merubah nitrat dalam urin menjadi nitrit. Produk metabolisme tubuh lainnya yang diperiksa adalah adanya biliribun dan urobilinogen. 
 
Kedua bahan ini adalah produk dari liver atau hati, salah satu fungsinya adalah memberi warna kuning pada urin. Kadarnya dalam urin akan meningkat sehingga urin tampak seperti teh. Kondisi ini dapat terjadi pada kasus gangguan hati seperti hepatitis, tumor hati dan gangguan di sistem empedu.
 
Kita lanjutkan bagaimana membaca tes urin lengkap ini. Kita sudah mengetahui bahwa pemeriksaan urin ini penting untuk mengetahui penyakit saluran kemih dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan metabolisme tubuh.
 
Selanjutnya yang diperiksa dalam pemeriksaan urin adalah pemeriksaan reduksi urin, pemeriksaan ini dulu sering dilakukan sebagai pertanda adanya gula di dalam urin, apabila positif menunjukkan adanya kadar gula dalam tubuh seseorang.
 
Kelemahannya adalah pemeriksaan ini tidak menggambarkan kadar gula dalam darah,sehingga saat ini tidak dapat dijadikan dasar penegakan diagnosis kencing manis. Kita lanjutkan dengan pemeriksaan lainnya, Dalam keadaan normal tidak didapatkan adanya darah didalam urin, adanya darah (erytrosit) dalam urin mungkin akibat perdarahan di saluran kencing (adanya batu,tumor yang berdarah,infeksi saluran kencing,ginjal yg kekurangan darah/infark) atau pada wanita yang sedang haid akibat kontaminasi, itulah sebabnya pemeriksaan urin ini tidak disarankan untuk wanita yang sedang haid.

 

Leukosit adalah tentaranya tubuh kita, apabila ada infeksi atau luka di saluran kencing,maka jumlah lekosit akan meningkat, leukosit juga akan meningkat akibat kontaminan misalnya akibat keputihan.
 
Secara normal kadar lekosit dalam urin adalah 0-5 per lapangan pandang bila dilihat dengan mukroskop. Setelah mencari adanya darah dan leukosit, yang kita cari adalah adanya silinder. Silinder adalah endapan protein yang terbentuk didalam tubulus ginjal,adanya silinder ini menunjukkan adanya penyakit yang serius dari ginjal misalnya radang pada ginjal.
 
Kristal dalam urin tidak selalu berhubungan dengan adanya batu di saluran kemih, kristal merupakan hasil metabolisme normal dari tubuh.
 
Jenis Makanan
 
Jenis makanan, kecepatan metabolisme dan kepekatan urin serta banyaknya makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi adanya kristal dalam urin. Epitel ibarat batu bata di dinding saluran kemih kita, jumlahnya akan meningkat apabila didapatkan adanya infeksi,radang dan batu saluran kemih. Bahan terakhir yang diperiksa dari urin lengkap ini adalah adanya benda-benda keton (keton bodies). Benda ini terdiri dari aseton,asam asetoasetat dan asam 13-hidroksibutirat.
 
Puasa yang lama,diabetes mellitus (kencing manis) dan gangguan metabolisme lemak akan meningkatkan jumlah benda keton dalam urin.
 

Konsultasi online via WhatsApp




Klinik Holistik Elif Medika

Sebaiknya membawa riwayat pemeriksaan atau hasil pemeriksaan LAB yang sudah dilakukan saat melakukan kunjungan ke klinik.
Kirim WhatsApp
author

Tentang Penulis

Mas Anwar S.A, Akp, C.Herb adalah Akupunkturis, Herbalis, dan praktisi kesehatan holistik dibidang masalah Fibroid yang berpengalaman lebih dari 5 tahun. Konsultasi via WhatsApp  081224667328

Legalitas usaha, BRAND IMAGE, dan sertifikat keahlian dapat dilihat dihalaman TENTANG KAMI