kista ovarium

Penyebab dan Gejala Kista Ovarium

Penyebab dan Gejala Kista Ovarium

Penyebab dan Gejala Kista Ovarium – Diagnosis tentang adanya kista di ovarium umumnya ditemukan setelah melakukan pemeriksaan fisik (pemeriksaan ginekologis) serta pemeriksaan ultrasonografi. Temuan mengenai adanya penyakit kista ovarium baik kista fisiologis maupun patologis. Yuk kenali lebih jauh penyebab dan gejala kista ovarium!

Definisi Kista Ovarium

Ovarium mempunyai fungsi yang sangat krusial pada reproduksi dan menstruasi. Gangguan pada ovarium dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, perkembangan dan kematangan sel telur. Gangguan yang paling sering terjadi adalah penyakit kista ovarium, sindrom ovarium polikistik, dan kanker ovarium.3. Penyakit Kista ovarium merupakan tumor jinak berupa kantong abnormal berisi cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam indung telur (ovarium). Indung telur adalah rongga berbentuk kantong berisi cairan di dalam jaringan ovarium. Kista ini disebabkan oleh karena kegagalan folikel untuk pecah atau regresi.

Secara umum Penyakit kista ovarium fisiologis ukurannya kurang dari 6 cm, permukaan rata,dan konsistensi kistik. Keluhan yang dapat terjadi selain adanya massa di daerah pelvik dapat juga terjadi haid yang tidak teratur.

penyebab dan gejala kista ovarium
penyebab dan gejala kista ovarium

Epidemiologi Penyakit Kista Ovarium

Penyakit Kista ovarium merupakan 6 kasus kanker terbanyak dan merupakan penyebab kematian, oleh karena keganasan ginekologi. Terdapat variasi yang luas insidensi keganasan ovarium, rata-rata tertinggi terdapat di Negara Skandinavia (14,5-15,3 per 100.000 populasi).
Di Amerika insidensi penyakit kista ovarium semua ras adalah 12,5 kasus per 100.000 populasi pada tahun 1988 sampai 1991. Sebagian besar kista adalah kista fungsional dan jinak. Di Amerika karsinoma ovarium didiagnosa pada kira-kira 22.000 wanita, kematian sebanyak 16.000 orang.

Faktor risiko pembentukan penyakit kista ovarium meliputi :

Pengobatan infertilitas: Pasien dirawat karena infertilitas dengan induksi ovulasi dengan gonadotropin atau agen lainnya, seperti clomiphene citrate atau letrozole, dapat mengembangkan kista sebagai bagian dari sindrom hiperstimulasi ovarium.

  1. Tamoxifen : Tamoxifen dapat menyebabkan penyakit kista ovarium fungsional jinak yang biasanya menyelesaikan penghentian pengobatan ini.
  2. Kehamilan: Pada wanita hamil, penyakit kista ovarium dapat terbentuk pada trimester kedua, ketika kadar hCG puncak.
  3. Hypothyroidism : Karena kesamaan antara subunit alpha thyroid-stimulating hormone (TSH) dan hCG, hipotiroidisme dapat merangsang ovarium dan kista pertumbuhan.
  4. Gonadotropin ibu: Efek transplasental gonadotropin ibu dapat menyebabkan perkembangan janin dan neonatal penyakit kista ovarium.
  5. Rokok: Risiko penyakit kista ovarium fungsional meningkat dengan merokok, resiko dari merokok mungkin meningkat lebih lanjut dengan indeks massa tubuh menurun (BMI).
  6. Ligasi tuba: Kista fungsional telah dikaitkan dengan sterilisasi tubal ligation.

Patofisiologi Penyakit Kista Ovarium

Fungsi Ovarium yang normal tergantung pada sejumlah hormon dan kegagalan pembentukan salah satu hormon tersebut bisa mempengaruhi fungsi ovarium. Ovarium tidak akan berfungsi secara normal jika tubuh wanita tidak menghasilkan hormon hipofisis dalam jumlah yang tepat. Fungsi ovarium yang abnormal kadang menyebabkan penimbunan folikel yang terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium. Folikel tersebut gagal mengalami pematangan dan gagal melepaskan sel telur, terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium karena itu terbentuk kista di dalam ovarium dan menyebabkan kemandulan pada wanita.

Gejala Kista Ovarium

Kebanyakan kista tidak menyebabkan gejala dan hilang dengan sendirinya. Namun, kista ovarium yang besar dapat menyebabkan:

  • Nyeri panggul
  • nyeri ringan atau tak tertahankan di bagian perut bawah di samping kista
  • Terasa penuh atau seperti ada beban di perut Anda
  • Kembung

Kapan harus periksa/ Tanda awal Gejala Kista Ovarium

Cari bantuan medis segera jika Anda memiliki:

  • Tiba-tiba, sakit perut atau panggul yang parah
  • Nyeri karena demam atau muntah

Jika Anda memiliki tanda dan gejala di atas atau kulit lembab, pernapasan cepat, serta sakit kepala ringan atau lemah – temui dokter segera.

Penyebab Kista Ovarium

Kebanyakan kista indung telur berkembang sebagai hasil dari siklus menstruasi (kista fungsional). Jenis-jenis kista lainnya jauh lebih jarang timbul diakibatkan karena siklus menstruasi.

Kista Fungsional

Setiap bulan, normalnya ovarium yang fungsional menghasilkan kista kecil yang disebut follicle de Graff. Pada pertengahan siklus, folikel dominan dengan diameter lebih dari 2,8 cm melepaskan oosit mature. Folikel yang ruptur tersebut kemudian menjadi korpus luteum, yang pada saat matang memiliki struktur 1,5-2,0 cm dengan kista di tengah-tengah.

Bila tidak ada fertilisasi pada oosit, korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara progresif. Namun bila terjadi fertilisasi, korpus luteum mula-mula akan membesar kemudian secara gradual  ukurannya akan mengecil selama kehamilan. Penyakit kista ovarium yang berasal dari proses ovulasi normal disebut  kista fungsional dan selalu bersifat jinak. Kista dapat berupa kista folikular dan luteal, yang seringkali disebut kista theca-lutein. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin termasuk FSH (follicle stimulating hormone) dan HCG (human chorionic gonadotrophin). Kista fungsional yang multiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau sensitifitas terhadap gonadotropin yang berlebihan. Kista folikel dan luteal, kelainan yang tidak berbahaya ini berasal dari follicle de Graff yang tidak pecah atau folikel sudah pecah dan segera menutup kembali.

Kista fungsional merupakan kista tipe terbanyak dari kista ovarium, dan biasa disebut kista fisiologik yang berarti tidak patogenik. Kista ini terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal menstruasi. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 2-3 siklus menstruasi. Terdapat 2 macam kista fungsional, yaitu: kista folikuler dan kista korpus luteum.

Penyebab dan Gejala Kista Ovarium

kista folikuler dan kista korpus luteum

  • Kista Folikuler : Folikel sebagai penyimpan sel telur akan mengeluarkan sel telur pada saat ovulasi bilamana ada rangsangan LH (Luteinizing Hormon). Pengeluaran hormon diatur oleh kelenjar hipofisis di otak. Bilamana semuanya berjalan lancar sel telur akan dilepaskan dan mulai perjalanannya ke saluran telur untuk dibuahi. Kista folikuler terbentuk jika lonjakan LH tidak terjadi dan reaksi rantai ovulasi tidak dimulai, sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur dan bahkan folikel tumbuh terus hingga menjadi sebuah kista. Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2-3 siklus menstruasi.

  • Kista Korpus luteum : Bilamana lonjakan LH terjadi dan sel telur dilepaskan, rantai peristiwa lain dimulai. Folikel kemudian beraksi terhadap LH dengan menghasilkan hormon estrogen dan progesteron dalam jumlah besar sebagai persiapan untuk pembuahan. Perubahan dalam folikel ini disebut sebagai korpus luteum. Tetapi kadang-kadang setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista. Meski kista ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, tetapi kista ini dapat tumbuh hingga 4-9 inci (10 cm) diameternya dan berpotensi untuk berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista ini dapat pecah dan menyebabkan perdarahan intestinal dan nyeri tajam yang tiba-tiba.

Kista Dermoid

Penyakit kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misalnya rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak masa kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandungan ibunya. Penyakit ini biasanya sering tidak menampakan gejala penyakit kista, tetapi dapat bertambah besar dan menimbulkan nyeri.

Kista Endometriosis

Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Pada pemeriksaan endovaginal sonogram tampak karakteristik yang difus, echo yang rendah sehingga memberikan kesan yang padat.

Kista Adenoma

Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kista adenoma dapat tumbuh menjadi besar dan mengganggu organ perut lainnya.

Polikistik Ovarium

Ovarium berisi banyak kista yang terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal. Ini berhubungan dengan penyakit sindrom polikistik ovarium yang disebabkan oleh gangguan hormonal. Terutama hormon androgen yang berlebihan. Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar yang tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulasi, sehingga menimbulkan masalah fertilitas.


Daftar online via WhatsApp



klinik holostik elif medika
Klinik Holistik Elif Medika

Sebaiknya membawa riwayat pemeriksaan atau hasil pemeriksaan LAB yang sudah dilakukan saat melakukan kunjungan ke klinik.

Kirim WhatsApp



TENTANG PENULIS